IMPLEMENTASI PENGELOLAAN SERANGGA SECARA BERKELANJUTAN

ABSTRAK

Dalam menghadapi era pasar bebas pada tahun 2003, produk pertanian dan perkebunan akan mempunyai daya saing kuat apabila diproduksi dengan proses yang ramah lingkungan. Prinsip-prinsip teknologi pengendalian hama terpadu (PHT) dapat dikatagorikan sebagai bagian dari sistem usaha tani secara berkelanjutan, karena mempunyai sasaran untuk mengembangkan potensi sumberdaya manusia (SDM) dan menjaga kelestarian lingkungan. Dengan demikian, penerapan PHT merupakan suatu upaya yang paling tepat dalam pengelolaan serangga secara berkelanjutan. Penerapan dan pengembangan PHT melalui penyelenggaraan Sekolah Lapangan PHT (SLPHT) dalam rangka Program Nasional PHT pada tanaman pangan (padi, palawija dan sayuran) yang telah dimulai sejak tahun 1989 terbukti dapat memberikan keuntungan secara ekologis dan efisiensi ekonomi. Dalam kaitan ini, penerapan PHT juga merupakan upaya manusia untuk “Hidup berdampingan secara damai” dengan serangga. (lebih…)

September 28, 2008 at 8:14 pm Tinggalkan komentar

BAWANG DAUN

Family Alliaceae

Deskripsi

Jenis bawang daun yang baik diusahakan adalah sebagai berikut: Bawang prei (Allium porum L) Di luar negeri jenis ini dikenal sebagai leek (lebih…)

September 24, 2008 at 1:44 pm Tinggalkan komentar

Bahaya Termakan Racun Tikus

Oleh Wan ZainalAzman

Pusat Racun Negara USM

Racun tikus boleh didapati dalam berbagai jenama dan bentuk sediaan. Di Malaysia sahaja terdapat lebih kurang 60 jenama yang berdaftar. (lebih…)

September 23, 2008 at 3:12 pm Tinggalkan komentar

Daftar Analisa Usahatani Jagung

(lebih…)

September 23, 2008 at 3:09 pm Tinggalkan komentar

Analisa Usaha Tani Mentimun

(lebih…)

September 23, 2008 at 3:08 pm Tinggalkan komentar

Pengendalian Gulma, Hama dan Penyakit Pada Kedelai

Dalam penangkaran kedelai, gulma, hama dan penyakit tanaman kedelai berpotensi menurunkan kuantitas dan kualitas hasil benih. Ketiga faktor pengganggu tersebut dan cara penanggulangannya perlu diketahui oleh para penangkar benih kedelai. (lebih…)

September 23, 2008 at 3:06 pm Tinggalkan komentar

Penyakit Tanaman Padi

Bercak cokelat sempit

Gejala serangan :

Di daun dan pelepah daun terdapat bercak cokelat yag sempit seperti garis-garis pendek. Pada varietas yang tahan bercak berukuran 0,2-1 cm x 0,1 cm, berwarna cokelat gelap. Pada varietas yang rentan, bercaknya lebih besar dan berwarna cokelat terang.

Disebabkan oleh cendawan Cescopora oryzae, dengan penularan melalui udara dan inang alternatif.

Cara pencegahan :

  1. Menggunakan variets yang tahan penyakit ini

  2. Bila diperlukan menyemprotkan fungisida di daun

Bercak daun cokelat

Gejala serangan :

Disebabkan oleh jamur Helminthosporium oryzae atau Drechslera oryzae. Gejalanya ditandai oleh adanya bercak cokelat di kulit gabah dan daun. Bercak muda berbentuk bulat kecil, berwarna cokelat gelap. Bercak yang sudah tua berukuran lebih besar, berwarna cokelat dengan pusat kelabu.

Penyebaran penyakit ini disebabkan oleh angin dan dapat terbawa benih.

Cara pencegahan :

  1. Menanam varietas yang tahan

  2. Menggunakan benih yang sehat dan telah diberi perlakuan fungisida atau air panas pada benih.

  3. Pemberian pupuk yang seimbang, terutama K yang cukup

  4. Pemberian fungisida mankozeb 80% (Dipthane M-45), namun terbatas hanya untuk benih saja

Bercak garis

Gejala serangan :

Garis-garis yang kebasahan muncul diantara urat-urat daun setelah pemindahan bibit. Garis-garis tersebut tampak tembus cahaya bila dilihat dengan menantang sumber cahaya. Garis-garis itu kemudian memanjang dan berubah menjadi cokelat dengan lingkaran kuning di sekelilingnya.

Disebabkan oleh bakteri Xanthomonas camprestris pv oryzicola. Ditularkan melalui benih, percikan air, dan masuk melalui luka dan stomata.

Cara pencegahan :

Menanan varietas yang tahan, seperti Singkarak, Mahakam, Sentani, Atomita 2. Memusnahkan sisa tanaman padi dan gulma inang diantara musim pertanaman.

Bercak pelepah daun

Gejala serangan :

Bercak terutama terdapat di seludang daun. Bercak berbentuk bulat lonjong, berwarna kelabu kehijau-hijauan yang kemudian menjadi putih kelabu dengan pinggiran cokelat. Ukuran bercak dapat mencapai panjang 2-3 cm.

Disebabkan oleh cendawan Rhizoctonia solani dan R. oryzae, cendawan ini berkembang pesat pada kondisi lembab, juga berkembang pesat pada tanaman yang dipupuk berat dengan pupuk N.

Cara pencegahan :

  1. Menjaga jarak tanam agar tidak terlalu rapat

  2. menghindari pemupukan N yang berlebihan

  3. Penyemprotan fungisida pada masa pembentukan anakan maksimum

Hangus palsu

Gejala serangan :

Bulir-bulir padi berubah menjadi gumpalan spora yang berukuran sampai 1 cm. Gumpala spora tersbut mula-mula berwarna kuning sampai oranye, kemudian menjadi hijau gelap.

Disebabkan oleh cendawan Ustilaginoidea virens, cendawan ini berkembang pesat pada kondisi lembab, banyak hujan, mendung pada masa pembungaan dan tanaman yang dipupuk berat dengan pupuk N. penularan terjadi lewat udara.

Cara pencegahan :

Menggunakan varietas yang tahan.

Kerdil hampa

Gejala serangan :

Tanaman kerdil dengan gejala utama daun padi menjadi kasar tidak teratur. Bagian daun yang kasar biasanya menguning, rusak atau terpilin. Pada tanaman dewasa daun benderanya pendek, terpilin, salah bentuk atau kasar tak beraturan. Bulir padi hanya sedikit yang terisi.

Disebabkan oleh virus kerdil hampa yang dapat ditularkan oleh wereng cokelat.

Cara pencegahan :

  1. Menggunakan varietas yang tahan.

  2. Memberantas serangga penularnya dengan insektisida.

Kerdil rumput

Gejala serangan :

Tanaman yang terinfeksi sangat kerdil dengan banyak anakan sehingga menyerupai rumput. Daunnya sempit, pendek , kaku, hijau pucat dan kadang-kadang mempunyai bercak seperti karat. Tanaman yang terinfeksi dapat bertahan samapi dewasa, namun malainya sedikit, cokelat dan bulirnya hampa.

Disebabkan oleh virus kerdil rumput yang dapat ditularkan oleh wereng cokelat.

Cara pencegahan :

  1. Menggunakan varietas yang tahan.

  2. Mencabut dan memusnahkan tanaman yang terinfeksi agar tidak menular.

  1. Memberantas serangga penularnya dengan insektisida.

Kresek

Gejala serangan :

Tepi daun tanaman yang terinfeksi mula-mula bernoda seperti garis-garis basah yang kemudian meluas berwarna putih kekuning-kuningan. Kematian jaringan daun mulai terjadi di tepi helai kesatu atau kedua, atau di setiap titik permukaan daun yang luka dan selanjutnya meluas ke seluruh permukaan daun.

Disebabkan oleh bakteri Xanthomonas campestris pv. Oryzae. Yang masuh melalui hidatoda di tepi daun, luka di daun atau akar yang putus. Penyebarannya melalui angin, embun, air hujan dan air irigasi.

Cara pencegahan :

  1. Menggunakan varietas yang tahan.

  2. Menggunakan bibit yang sehat

  1. Mencegah kerusakan bibit sewaktu pemindahan.

  1. Menghindari penggunaan pupuk N yang berlebihan.

Tungro

Gejala serangan :

Tanaman yang terinfeksi kerdil dengan jumlah anakan berkurang. Daunnya berwarna kuning kemerah-merahan atau oranye mulai dari ujung daun. Malai tanaman yang terinfeksi biasanya kecil dan keluar tidak sempurna, bulir-bulirnya tertutup bercak cokelat dan beratnya kurang.

Disebabkan oleh virus tungro padi yang dapat ditularkan oleh wereng daun.

Cara pencegahan :

  1. Menggunakan varietas yang tahan virus tungro.

  2. Mencabut dan memusnahkan tanaman yang terinfeksi agar tidak menular.

  3. Rotasi dengan tanaman palawija

[]

Sumber :

http://www.agroindonesia.com/~agroindo/cpas2/non-member/entry.php3?parent=204&id=322.

September 23, 2008 at 3:03 pm Tinggalkan komentar

Pos-pos Lebih Lama


Kategori

  • Blogroll

  • Feeds